Red Hat RHA 104 Chapter 1 : Introduction To Linux

 Distribusi Linux

Tujuan Pembelajaran

PART 1 : 
Memahami Linux sebagai kernel dan sebagai sistem operasi.


Kernel Linux

Meskipun banyak orang menyebut Linux sebagai sistem operasi, sebenarnya Linux hanyalah sebuah kernel. Dalam ilmu komputer, kernel adalah perangkat lunak yang bertanggung jawab untuk memulai (booting) sistem. Kernel memuat driver-driver yang diperlukan agar perangkat yang terhubung (seperti keyboard, mouse, layar, dan sebagainya) dapat dikenali, serta mengelola proses-proses perangkat lunak.

Linux pertama kali dikembangkan oleh Linus Torvalds pada tahun 1991, saat ia masih menjadi mahasiswa ilmu komputer di Finlandia. Torvalds merilis kernel tersebut untuk umum dengan menggunakan lisensi GNU General Public License (GPL). Lisensi ini memungkinkan siapa saja untuk menggunakan, mempelajari, memodifikasi, dan mendistribusikan kembali kode sumbernya—dengan syarat perubahan yang dilakukan juga harus dikembalikan ke komunitas secara terbuka.

Setelah Torvalds mengumumkan proyek ini kepada para pengembang di internet, programmer dari seluruh dunia mulai berkontribusi pada pengembangan kernel Linux. Salah satu kontributor awal adalah Red Hat, yang telah berkontribusi dalam pengembangan sistem operasi Linux sejak tahun 1993.

Pada tahun 1998, Christine Peterson menciptakan istilah "open source" untuk menggambarkan kode yang dikembangkan secara kolaboratif dan dibagikan secara bebas.

Linux menjadi populer di kalangan pengembang karena seluruh kodenya tersedia untuk dipelajari, dimodifikasi, dan dibagikan. Sistem ini kemudian diadopsi oleh administrator sistem di seluruh dunia. Kernel Linux, yang dikombinasikan dengan aplikasi-aplikasi dari proyek GNU (GNU's Not UNIX), menghasilkan sistem operasi yang mirip dengan UNIX—namun dapat dijalankan di perangkat keras biasa (commodity hardware).

Saat ini, Linux tersedia secara bebas bagi siapa saja yang ingin menggunakannya atau mengembangkannya. Linux banyak digunakan di server, lingkungan cloud, desktop dan laptop, serta perangkat konsumen seperti Android, Chromebook, dan Steam Deck.


Tujuan Kernel

Saat Anda menyalakan komputer, chip pada motherboard yang berisi firmware akan mencari hard drive yang berisi aplikasi bernama boot loader. Boot loader adalah perangkat lunak yang bertugas memuat kode sistem operasi ke dalam memori agar dapat dijalankan.

Setelah komputer menemukan boot loader, boot loader tersebut mengambil alih proses booting dan mencari kernel. Kernel kemudian dimuat ke dalam memori, mendeteksi perangkat keras, dan memuat driver-driver yang sesuai dengan perangkat keras yang ditemukan. Setelah itu, service manager dijalankan untuk menyediakan layanan seperti jaringan, grafis, suara, layar login, dan sebagainya.

Setelah proses booting selesai, kernel tetap berjalan di latar belakang, sementara pengguna disajikan dengan prompt login agar dapat mengakses antarmuka aplikasi di komputer. Di Linux, terdapat dua jenis antarmuka:

  1. Graphical User Interface (GUI) – antarmuka berbasis grafis yang memungkinkan pengguna berinteraksi melalui ikon, jendela, dan menu (mirip sistem operasi Windows atau macOS).
  2. Shell (juga disebut terminal atau konsol) – antarmuka berbasis teks tempat pengguna mengetikkan perintah untuk menjalankan program.

Banyak pengguna Linux sering menggunakan kedua antarmuka ini. GUI memberikan kenyamanan visual seperti ikon file, folder, dan menu, sedangkan shell lebih efisien, dapat diprogram, dan lebih cepat—terutama saat digunakan melalui koneksi jaringan. Kursus ini akan mengajarkan keduanya.


Ikhtisar Distribusi Linux

Individu maupun perusahaan dapat merakit Linux dari komponen-komponennya, lalu mendistribusikannya secara daring untuk digunakan orang lain. Ketika Anda mengunduh Linux sebagai sistem operasi, sebenarnya Anda mengunduh sebuah distribusi Linux (sering disingkat distro). Distribusi adalah versi khusus dari sistem operasi Linux yang dibangun oleh siapa saja yang memiliki keterampilan dan kebutuhan untuk membuatnya.

Sebagian besar distribusi dirancang untuk tujuan tertentu. Contohnya:

  • Raspberry Pi adalah sistem embedded berdaya rendah seukuran kartu kredit, sehingga menjalankan distribusi Linux yang hanya menyertakan driver dan layanan khusus yang dibutuhkan oleh perangkat kerasnya.
  • Red Hat Universal Base Image (UBI) bahkan lebih ringan lagi karena digunakan sebagai dasar layanan cloud yang tidak memerlukan pustaka (library) yang biasanya dibutuhkan oleh komputer fisik.
  • Sebaliknya, distribusi Fedora menyertakan driver untuk perangkat keras konsumen terbaru agar printer, kartu suara, kartu grafis, webcam, dan perangkat lainnya berfungsi dengan baik.

Distribusi Linux yang paling terkenal biasanya adalah yang dikembangkan secara konsisten dan andal. Beberapa didukung oleh perusahaan (seperti Red Hat), sementara yang lain merupakan proyek sukarela. Beberapa distribusi populer antara lain:

  • Red Hat Enterprise Linux (RHEL): distribusi yang populer di server dan cloud. Fokus pada stabilitas dan dukungan jangka panjang, dikembangkan oleh Red Hat.
  • CentOS: platform pengembangan untuk RHEL, dikembangkan oleh Red Hat dan sukarelawan.
  • Fedora: fokus pada rilis cepat untuk menyediakan fitur terbaru. Merupakan dasar pengembangan untuk CentOS dan RHEL. Dikembangkan oleh sukarelawan yang didukung Red Hat.
  • Debian: proyek sukarela yang menekankan stabilitas dan dukungan jangka panjang. Banyak distribusi lain (seperti Ubuntu) berasal dari Debian.

Berpindah antar distribusi Linux mirip seperti mengganti ponsel baru: konsep dasarnya tetap sama, tetapi Anda mungkin perlu belajar ulang cara menginstal aplikasi, menghubungkan ke jaringan, mengubah pengaturan tertentu, atau keluar dari sistem.

Kursus ini akan membantu Anda memahami teknologi Linux yang umum digunakan di berbagai sistem—baik di laptop pribadi maupun di container yang berjalan di kluster OpenShift di cloud. Anda akan belajar berinteraksi dengan desktop serta mempelajari perintah-perintah penting untuk bekerja secara efisien di terminal Linux.


Mengidentifikasi Distribusi Linux pada Suatu Sistem

Kursus ini berbasis pada sistem Red Hat Enterprise Linux (RHEL). Seperti banyak distribusi lain, RHEL menggunakan desktop GNOME sebagai antarmuka grafisnya (GUI). Karena banyak distribusi menggunakan komponen yang sama, terkadang sulit mengetahui distribusi apa yang sedang digunakan hanya dari tampilannya.

Ada beberapa cara untuk mengidentifikasi distribusi Linux yang digunakan. Misalnya, Anda bisa melihat informasi sistem melalui aplikasi Settings di GUI. Informasi tersebut mencakup memori, prosesor, penyimpanan, dan properti sistem lainnya.

Cara mengakses informasi sistem di RHEL (GUI):

  1. Setelah login, klik Activities di pojok kiri atas desktop.
  2. Ketik Settings di kolom pencarian.
  3. Klik hasil yang muncul atau tekan Enter.
  4. Di jendela Settings, gulir ke bawah di panel kiri dan klik About.
  5. Nama distribusi dan versi sistem operasi akan ditampilkan di kotak OS Name.

Penjelasan Tambahan (Analisis & Konteks)

  1. Perbedaan Kernel vs Sistem Operasi:
    Penting untuk memahami bahwa Linux itu sendiri hanyalah kernel. Sistem operasi lengkap (seperti Ubuntu, Fedora, atau RHEL) terdiri dari kernel Linux + perangkat lunak GNU + aplikasi tambahan + antarmuka pengguna. Oleh karena itu, istilah yang lebih tepat secara teknis adalah GNU/Linux, meskipun dalam praktik sehari-hari orang menyebutnya "Linux".

  2. Lisensi GPL dan Filosofi Open Source:
    Lisensi GPL memastikan kebebasan pengguna untuk menggunakan, memodifikasi, dan mendistribusikan perangkat lunak—tetapi dengan kewajiban untuk membuka kode modifikasi tersebut. Ini berbeda dengan lisensi "open source" umum yang mungkin tidak mewajibkan hal serupa. Istilah "open source" (1998) lahir untuk membuat konsep ini lebih mudah diterima di dunia bisnis.

  3. Mengapa Distribusi Berbeda-Beda?
    Setiap distribusi memiliki tujuan penggunaan yang berbeda:

    • RHEL/CentOS: untuk lingkungan enterprise (stabil, aman, didukung lama).
    • Fedora: untuk pengembang dan pengguna yang ingin fitur terbaru.
    • Debian: untuk stabilitas dan prinsip kebebasan perangkat lunak.
    • UBI: untuk container dan cloud (ringan, minimalis).
  4. Relevansi dalam Dunia Nyata:
    Memahami distribusi sangat penting karena:

    • Perintah instalasi paket berbeda (apt di Debian/Ubuntu vs dnf di RHEL/Fedora).
    • Lokasi file konfigurasi bisa berbeda.
    • Sistem manajemen layanan (systemd, SysVinit) mungkin berbeda versi atau konfigurasinya.

Dengan memahami dasar-dasar ini, Anda akan lebih mudah beradaptasi di berbagai lingkungan Linux—baik di server, cloud, maupun perangkat pribadi.

 PART 2 :

Latihan Terbimbing: Distribusi Linux
Identifikasi distribusi Linux pada sistem Anda.

Tujuan Pembelajaran

  • Meluncurkan panel kontrol pengaturan sistem untuk desktop GNOME.
  • Mengidentifikasi distribusi Linux yang sedang berjalan di sistem Anda.

Sebagai pengguna student pada mesin workstation, gunakan perintah lab untuk menyiapkan lingkungan Anda dalam latihan ini dan memastikan semua sumber daya yang diperlukan tersedia.


bash
[student@workstation ~]$ lab start intro-distributions

Petunjuk

  • Klik Activities di pojok kiri atas desktop Anda. Atau, tekan tombol Super (tombol dengan logo Windows, atau logo Command pada Mac).
  • Pada kolom pencarian, ketik Settings. Klik Settings, atau tekan Enter pada keyboard Anda.



  • Di jendela Settings, gulir ke bagian paling bawah daftar di panel kiri, lalu klik About (Tentang).
  • Di panel About yang muncul di sebelah kanan, periksa kolom OS Name (Nama Sistem Operasi), dan pastikan tertulis Red Hat Enterprise Linux (RHEL). Panel ini juga menampilkan versi desktop GNOME yang digunakan, versi kernel Linux, kapasitas penyimpanan dan RAM yang tersedia di komputer Anda, serta informasi sistem lainnya.





GNOME Settings merupakan panel kontrol utama untuk mesin Linux Anda. Luangkan waktu sejenak untuk menjelajahi berbagai opsi lain di kolom kiri agar Anda memahami fitur-fitur yang tersedia di desktop.

Menyelesaikan Latihan

Pada mesin workstation, gunakan perintah lab untuk menyelesaikan latihan ini. Langkah ini penting untuk memastikan bahwa sumber daya dari latihan sebelumnya tidak memengaruhi latihan berikutnya.


bash
[student@workstation ~]$ lab finish intro-distributions

Penjelasan Tambahan

Latihan ini dirancang untuk membiasakan Anda dengan antarmuka desktop GNOME yang umum digunakan pada banyak distribusi Linux modern, termasuk Red Hat Enterprise Linux (RHEL). Dengan membuka Settings → About, Anda dapat dengan mudah mengidentifikasi distribusi Linux yang sedang berjalan—informasi penting saat melakukan pemecahan masalah, instalasi perangkat lunak, atau konfigurasi sistem.

Perintah lab start dan lab finish adalah bagian dari lingkungan laboratorium terstruktur (biasanya digunakan dalam pelatihan resmi seperti Red Hat Training), yang membantu menginisialisasi dan membersihkan sesi latihan agar tidak saling tumpang tindih. Ini memastikan setiap latihan berjalan dalam kondisi yang konsisten dan terisolasi.


PART 4


Ringkasan
Linux adalah proyek sumber terbuka, yang berarti kode sumbernya tersedia untuk dipelajari, dimodifikasi, dan dibagikan.

Linux banyak digunakan dalam infrastruktur cloud, komputer desktop dan laptop, serta perangkat konsumen.

Anda dapat berinteraksi dengan sistem Linux menggunakan terminal baris perintah atau Antarmuka Pengguna Grafis (GUI).

Distribusi Linux dibuat untuk tujuan tertentu. Namun, mempelajari satu distribusi dapat membantu Anda merasa lebih mudah dalam menggunakan distribusi lainnya.

Red Hat Enterprise Linux adalah sistem operasi yang stabil dengan dukungan jangka panjang yang dikembangkan oleh Red Hat.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Instalasi Webserver Apache2 Di Debian

Instalasi Debian Server 11 Di Virtual Box

Konfigurasi Virtual Host : www.aldi.lab , blog.aldi.lab , cms.aldi.lab, lms.aldi.lab